Friday, 31 October 2014

Travel Destination : Mission to Lombok & Sumbawa



Travel Destination : Mission to Lombok & Sumbawa
Kapan kita kemana? Uhm, gak jarang kita kebingungan memilih destinasi liburan, yang dicari dari sebuah misi liburan adalah mengunjungi destinasi wisata yang beragam dan tentunya punya slot hari libur yang cukup panjang :D. Yup, here it goes my travel destination.
Selain menyajikan keindahan pantai yang eksotis, Lombok dan Sumbawa menawarkan wisata adat dan budaya, kuliner, dan juga wisata belanja. Atau bagi yang menyukai kegiatan outdoor yang lebih menantang Lombok pun menyediakan hutan lindung yang cukup menawan untuk dijelajahi serta duo Gunung indah Rinjani dan Tambora yang begitu megah.
Let’s pack your bag and start travel!

Pantai, pantai, dan surga
Siapa yang tak mengenal keindahan pantai di Lombok? Setiap sudut pulau lombok dan sumbawa menyajikan keindahan pantai yang begitu eksotis. Tak hanya wisatawan lokal yang mengaku sebagai big fans pantai- pantai di sini namun juga para wisatawan dari berbagai belahan dunia. Tidak percaya? Mari kita kunjungi satu persatu
Pantai Tanjung Aan
Pantai ini dipersembahkan spesial untuk kita yang senang menikmati keindahan pantai dalam suasana tenang. Pantai Tanjung Aan masih dibilang relatif sepi oleh pengunjung. Namun bukan berarti pantai ini tidak cantik lho! Pasir putih dengan gradasi laut berwarna hijau dan biru ini tampak begitu menawan dengan langit biru yang menjadi latarnya. Sebagai pantai yang relatif sepi, sepertinya kita bebas menikmati pantai dengan gaya kesukaan kita, dari mulai berlarian di bibir pantai, atau duduk bersila sambil menikmati kulit terbakar sinar matahari, atau menceburkan diri sekalipun. Jangan khawatir, jika panas matahari yang membakar kulitmu membuat dahaga datang lebih cepat, sepanjang pantai kita akan dengan mudah menemui penjual kelapa muda yang ramah. Atau jika ingin belanja lebih cepat, banyak juga anak - anak kecil menjajakan aksesoris cantik.
Pantai Kuta
Siapa bilang Kuta hanya di Bali? Di Lombok pun kita akan bertemu dengan pantai Kuta yang (sebenarnya) jauh lebih cantik, selain masih alami pantai ini memang tampak begitu unik. Pasir yang berwarna kuning gading ini mirip butir –putir merica yang tak pernah menyisakan rasa sakit meski kita berjalan dengan kaki telanjang di sepanjang garis pantainya. Selain itu di pantai Kuta kita akan melihat batu yang cukup besar menjorok ke arah pantai, dan sering kali terlihat penduduk lokal meletakkan sesajen disana. Yup, mirip dengan tanah lot di Bali! Pantai ini terletak sebelum pantai Tanjung Ann jika kita datang dari arah kota dan masih pada garis pantai yang sama, tapi dijamin sensasinya pasti lain.
Trio Gili
Taukah kita kalau trio Gili mengalahkan kefenomenalan trio Macan? Yups jangan pernah mengaku ke Lombok kalau belum nyebrang ke Gili Trawangan, Gili Air, dan Gili Meno. Pemerintah kota Lombok sudah cukup menyediakan fasilitas yang baik untuk memudahkan wisatawan mencapai potongan – potongan surga ini. Bagaimana tidak? Untuk menuju kesana ada dua jalur yang bisa ditempuh, yaitu melalui pelabuhan Bangsal dari Lombok bagian barat atau pelabuhan Lembar yang hanya 2 jam dari kota Mataram. Biaya penyebrangannya pun hanya 15-20 ribu rupiah. So no excuse not to be there dude!
Trio Gili ini menawarkan beragam cara untuk kita menikmati setiap jengkal keindahan yang ada disana. Mulai dari scuba diving tingkat pemula hingga advance, atau cukup dengan snorkling ria. Banyak penyewa alat snorkle di sepanjang pantai, mulai dari snorkle kit hingga fins. Ajib kan? Dan banyak juga yang menawarkan jasa tour untuk bersnorkling dan diving. Biasanya mereka akan membawamu ke empat spot dahsyat yang memberikan pengalaman tak terlupakan. Sebut saja Good Heart Reef di dekat Gili Trawangan, Turtle Reef di sekitar Gili Meno, Garden Fish Reef di dekat Gili Air dan terakhir Bay Rock Reef yang berada di antara Gili Meno dan Trawangan. Di keempat spot ini dijamin kita akan puas melihat terumbu karang cantik dengan ikan beraneka warna dan bentuk. Tak percaya? Buktikan sendiri.
Atau bagi kita yang enggan bersentuhan dengan air. Kita bisa mengikuti tour glass bottom ship, kapal selam yang dindingnya terbuat dari kaca transparan. Dari sini kita akan mengintip keindahan bawah laut tanpa harus berusah payah. Selama kurang lebih 4 jam kita akan berkenalan dengan aneka binatang laut disana, atau jika beruntung kita akan bertemu penyu yang sedang asyik berenang. Biasanya tour ini dimanfaatkan juga bagi para scuba diving untuk menentukan lokasi yang really really they want buat nyemplung.
Setelah lelah seharian berkeliling di bawah laut, kita bisa beristirahat dengan nyaman di bungalow yang berada di sepanjang pinggir pantai di Gili Trawangan. Mulai dari bungalow ala hotel yang berbintang, hingga bungalow ala backpacker, guest house hingga homestay di rumah penduduk. Ingin sekalian beramah tamah dengan penduduk lokal? homestay bisa menjadi alternatif yang menyenangkan. Masyarakat Lombok sangat ramah dan menghargai privasi, asalkan kita sebagai tamu tetap aware dengan norma – norma yang berlaku. Fair kan?
Oiya, Gili Trawangan juga merupakan pulau yang lebih ramai dibanding kedua Gili lainnya. Di kala malam hari seringkali ada party disalah satu bar yang menjamur di sepanjang pantai, namun bedanya one night one party, bukan seperti di Bali yang kita bebas pindah dari pesta bar yang satu ke pesta bar berikutnya. Di pulau ini juga kita bisa merasakan naik Cidomo (andong) untuk berkeliling pulau.
Jika mencari suasana istirahat malam yang relatif tenang dan sepi, Gili Air dan Gili Mano menjadi alternatif bermalam yang pas. Bahkan kita pun bisa menggelar tenda dan sleepingbag di pinggir pantai, caranya tinggal bertanya ke penduduk setempat maka kita akan ditunjukan lokasi yang biasanya digunakan untuk camping. Tapi peralatan tottaly yours!
Wisata adat dan budaya
Pura Lingsar adalah Pura terbesar yang ada di Lombok. Pura ini selain sebagai tempat ibadah umat Hindu, berfungsi juga sebagai simbol kerukunan umat beragama di sana, yaitu Hindu dan Islam. Seringkali terjadi perayaan upaca adat antar kedua agama tersebut, Tari Gandrung, yang diselenggarakan setiap masa panen tiba atau ketika masa hujan sudah datang.
Kampung tradisional suku Sasak
Sedang berada di Lombok bagian tengah? Saatnya kita mampir ke perkampungan tradisonal suku tertua di pulau Lombok, suku Sasak. Untuk menjangkau tempat ini sangat mudah, banyak papan petunjuk arah yang akan membawa mu sampai ke pintu gerbang dusun Sade tempat suku Sasak tersebut tinggal.
Begitu menjejakkan kaki, kita akan disambut oleh guide yang akan mengajakmu berkeliling dusun dan menjelaskan tentang kebudayaan asli mereka. Di sini kita akan menemui hasil karya suku Sasak berupa kain tenun ikat yang begitu menawan. Harganya pun bervariatif sesuai dengan coraknya, semakin rumit coraknya jelas semakin mahal harganya. Selain itu kita juga akan melihat rumah adat suku Sasak. Rumah yang lantainya terbuat dari kotoran sapi kerbau dicampur tanah liat dan sekam ini sangat unik, dindingnya terbuat dari anyaman bambu dengan atap jerami. Berkeliling di dusun Sade akan membuatmu tersadar bahwa ditengah modernisasi yang nyaris tanpa batas ini masih ada saudara kita, masyarakat Indonesia yang masih hidup dalam kebersahajaan dan kesederhanaan. Proud of it!


Tempat – tempat recommended lainnya
Berbicara tempat wisata di Lombok dan Sumbawa memang tak ada habisnya. Dari sekian banyak yang sudah diceritakan diatas, percayalah masih banyak tempat –tempat menarik yang bisa kita singgahi.
Banyak pantai di daerah lombok timur yang perlu dikunjungi, seperti Pantai Cemara, Pantai Penyisuk, pantai Surga dan masih banyak lainnya. Bagi kita yang ingin memberi makan monyet – monyet lucu yang cukup jinak, bisa berkunjung di salah satu Hutan Wisata Baun Pusuk. Atau bagi kita yang ingin melihat pemandangan sunset yang menakjubkan dengan latar belakang pegunungan dan panati kita bisa berkunjung dan berfoto –foto cantik di bukit Malimbu.
Dan last but not least, bagi pecinta gunung sempatkanlah mendaki gunung yang sangat menawan di tanah Lombok ini. Rinjani dan Tambora. Menempuh perjalanan kurang lebih 4 jam dari pusat kota tentu bukan suatu kendala.

This time for Cullinary
Yeay...wisata kuliner adalah bagian yang tidak bisa terpisahkan saat liburan! Kemana pun kita liburan rasanya kurang afdol kalau belum mencicipi masakan setempat.
Kalau ayam taliwang sudah mainstream bagaimana dengan sate ikan tanjung dan sate bulayak?
Sate ikan tanjung terbuat dari ikan cakalang yang disajikan dengan bumbu kacang yang dicampur dengan santan kental, rasanya pedas, gurih dan sedap. Sate ini banyak ditemui dibagian Lombok timur terutama daerah Tanjung.
Kalau sate Bulayak, adalah sate sapi yang disajikan dengan lontong yang terbuat dari ketan, disajikan dengan kuah santan yang yummy banget. Penasaran? Wajib Coba!!
Wisata belanja
Ingat oleh – oleh buat keluarga juga temen kamu? Baiklah, saatnya kita berburu oleh – oleh. Banyak cinderamata dan makanan yang ditawarkan untuk wisatawan yang datang ke lombok. Mulai dari kain ikat (yang aku sudah ceritakan tadi), atau aneka aksesoris yang terbuat dari mutiara? What? Pearl? Yess!! Bagi kita yang suka mengoleksi perhiasan mutiara, inilah saatnya menambah variasi koleksimu. Mutiara Lombok terkenal memilki kualitas yang bagus. Variasinya pun sangat beragam, mulai dari mutiara air tawar (hasil budidaya kerang air tawar) hingga mutiara air laut, bulai dari mutiara ala penjual asongan yang banyak berjajar di sepanjang pantai atau hotel hingga mutiara yang bertifikat. Soal warna juga beragam, mulai dari mutiara yang berwarna putih, cream, pink hingga hitam. Wow amazing! Saatnya berburu girls!
Selain mutiara, oleh – oleh yang cukup ikonik dari pulau Sumbawa adalah dodol rumput laut, madu asli, susu kuda liar Sumbawa yang kaya akan manfaat, serta minyak gosok yang multi fungsi. Selamat belanja!

Well, there’s so many beautiful places to visit with your lovely travel partner. Sekarang setuju kan kalau Holiday is Lombok Sumbawa? Tunggu apa lagi? Ayo rencanakan liburanmu ke Lombok dan Sumbawa J


Friday, 17 October 2014

PLN LEBIH BAIK

Sebelum aku menyajikan ide untuk PLN, aku sampaikan terlebih dahulu catatan kecil dari tempatku belajar...

Solan, desa kecil di pesisir timur Sulawesi. Di sini aku menghabiskan waktuku di 2014. Berangkat meninggalkan kota tempatku besar di Jogja, yang gemerlap ketika malam tiba. Aku nyaman belajar saat malam tiba, lampu belajar menerangiku saat ku bolak-balik bukuku, sambil sesekali aku cek handphone-ku yang ku biarkan tercolok dengan charger-nya. Tapi di Solan, tidak demikian. Sebagai guru sekolah dasar, hampir setiap hari saat waktu menunjukkan lewat pukul 6 petang, anak-anak di desa ini mulai datang ke rumah ibu peliharaku. Ya, mereka hendak belajar bersama, mendaulatku menjadi guru pelajaran tambahan mereka, tak hanya murid kelas V, aku sehari-hari mengajar tapi juga murid kelas lain, bahkan ada siswa sekolah menengah pertama di antaranya. Sayangnya, kegiatan itu kadang sirna saat listrik di desa tak menyala, lampu petromak terkadang tak cukup mampu menerangi teras rumah yang biasanya sesak dijejali mereka yang semangat belajarnya tak kalah dengan teman-teman mereka di Jawa. Tak banyak yang bisa memiliki generator di sini, kalaupun punya hanya dinyalakan ketika ada hajatan desa, maklum saja solar di desa ini juga tak mudah juga tak murah seperti di Jawa. Aku berusaha memahaminya walaupun kadang ku akui kesal karena belajar bersama jadi batal. PLN, yang berkewenangan urusi listrik negara, aku percaya sudah mengupayakan yang terbaik agar anak-anak di sini tidak kesusahan saat malam tiba, tetap bisa belajar bersama. Dari informasi yang kubaca, aku jadi tahu kebutuhan listrik di Indonesia memang tinggi meski kemampuan PLN belum bisa mencakup semuanya.  Semoga kelak nanti meski tugasku di desa ini akan usai awal tahun depan, listrik di desa ini terus menyala tanpa takut padam kapan saja. Agar anak-anak di tempat ini kian semangat belajar bersama.

Catatan kecil di atas kemudian coba ku rangkum menjadi sebuah analisa sederhana untuk kemudian kusimpulkan, menjadi ide untuk PLN



Analisis SWOT

Strenght
1.    PLN satu-satunya pihak di Indonesia sebagai penyedia layanan listrik.
2.    Cakupan jangkauan layanan PLN sudah mencakup lebih dari 50% wilayah Indonesia
3.    Produk dan layanan PLN dalam kurun waktu 5 tahun terakhir menunjukkan perbaikan
4.    Sebagai perusahaan milik negara, PLN mempunyai controlling power dan bargain position yang kuat.
5.    Memiliki kekuatan untuk menjalin kerjasama layanan pembelian listrik dengan pihak ketiga.

Weakness
1.     Di beberapa daerah, utamanya di kawasan timur Indonesia masih sering terjadi pemadaman listrik.
2.    Kapasitas trafo pembangkit masih jauh dari kata cukup. Saat ini jumlahnya 5.765 unit atau mencapai kekuatan 46.103 MW. Jumlah ini masih kurang yang idealnya mencapai 120GW
3.    Belum melakukan upaya penggunaan renewable resource untuk pembangkit
4.    Tarif dasar listrik yang terus naik tetapi tidak diimbangi dengan pelayanan yang prima.

Opportunities
1.    Pemain utama listrik di Indonesia, sebagai pemain tunggal, hendaknya tidak membuat berhenti melakukan inovasi.
2.    Memiliki jaringan kuat dengan negara sahabat untuk membangun trafo pembangkit serta instalasi listrik di seluruh Indonesia.
3.    Memiliki garis pantai panjang, kesempatan untuk membangun pembangkit listrik berbasis tenaga alam (arus dan atau angin) .
4.    Menjalin kerjasama dengan pihak lain di Indonesia untuk membangun layana




Threat
1.    Membangun citra pelayanan prima di masyarakat untuk membuat citra perusahaan menjadi lebih baik.
2.    Membangun pembangkit baru untuk memenuhi kebutuhan listrik Indonesia, utamanya kawasan timur Indonesia
3.    Mengupayakan penggunaan renewable resource untuk pembangkit.
4.    Pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir masih banyak pertentangan.


ANALISIS AIDCA

Awareness    
1.    Publik sudah cukup aware dengan keberadaan dan fungsi PLN sebagai perusahaan negara penyedia listrik satu- satunya di Indonesia.
2.    Listrik = kehidupan yang lebih baik

Interest
1.    Beralih ke penggunaan produk listrik pintar (sistem paskabayar)

Desire
1.    Mengajak masyarakat untuk hemat listrik

Commitment
1.    Perbaikan layanan & produk
2.    Perluasan wilayah layanan
3.    Pembangunan instalasi pembangkit baru

Action
1.    Pembangunan instalasi pembangkit baru untuk mencukupi kebutuhan listrik di masing – masing  wilayah layanan.
2.    Menjalin kerjasama dengan investor asing untuk melayani perluasan wilayah layanan di kawasan timur Indonesia.
3.    Menjalin kerjasama dengan pihak ketiga untuk melayani pembelian listrik



 Ide untuk PLN  berdasarkan analisis di atas adalah :

1.    Memperbaiki citra perusahaan negara melalui pembangunan sumber daya manusia yang terlibat di dalam PLN, sebagai salah satu cara meningkatakan kinerja serta layanan PLN sebagai perusahaan negara penyedia layanan publik.

2.    Perubahan logo PLN sebagai cara untuk mengkomunikasikan program dan visi misi perusahaan yang lebih baik.
Hal ini juga dilakukan oleh perusahaan milik negara seperti Pertamina, Telkom, dan PT. KAI. Perusahaan milik negara tersebut membangun citra perusahaan yang baru lebih segar dan berusaha mendekatkan diri dengan masyarakt melalui cara perubahan logo perusahaan yang juga di dalamnya merubah citra perusahaan dari segala aspek.

Tulisan dalam blog ini dibuat dalam rangka mengikuti lomba blog "Idekku Untuk PLN 2014"

Wednesday, 17 September 2014

Peran Media dalam Pendidikan di Indonesia : Sepenggal Kisah Inspiratif dari Indonesia Mengajar




Kelas Inspirasi Banggai
Sebuah aksi tidak dapat dikatakan berhasil jikalau tidak dapat memicu atau menginspirasi aksi lain. Mungkin begitulah keyakinan saya sampai saat ini. Aksi yang dimaksud di sini bukan aksi berupa tindakan negatif melainkan aksi sosial, turun tangan untuk terlibat atas fenomena sosial yang terjadi di lingkungan sekitar atau lingkungan secara luas dalam artian berbangsa dan bernegara. Dalam tempo yang relatif singkat, teknologi komunikasi dewasa ini memudahkan kita untuk saling berinterkasi, mengakses beragam informasi, menyebarkannya kembali sekaligus memyampaikan pesan atau menginspirasi pihak lain. Indonesia yang dinobatkan sebagai kota paling riuh di Asia dalam hal aktivitas di jejaring sosial Twitter nampaknya menjadi bukti bahwa, antarmasyarakat Indonesia mencoba saling terhubung dengan dan oleh isu yang sama, perspektif yang sama.

Jikalau dicermati ada benang merah yang kemudian menjadi salah satu alasan mengapa kemudian bangsa Indonesia bisa saling terkoneksi, isu tersebut kaitannya dengan persoalan pemerataan pendidikan. Sudah menjadi rahasia umum bagaimana pendidikan di luar Jawa kurang mendapat perhatian dari pemerintah dan masyarakat. Isu sosial ini kemudian memicu beberapa tokoh mudah juga elemen masyarakat untuk menggagas sebuah aksi. Aksi kepedulian atas kondisi pendidikan di daerah tersebut bertajuk Gerakan Indonesia Mengajar. Sebuah gerakan yang memiliki misi untuk memberikan kontribusi nyata di masyarakat kita, mengabdi selama satu tahun sebagai guru sekolah dasar. Namun, goal dari gerakan ini tidak semata-mata bukan lalu menyelesaikan persoalan akut negeri ini, Gerakan Indonesia Mengajar ini dalam perjalanannya justru berusaha menginspirasi gerakan sosial lainnya  untuk berkontribusi pada masyarakat terutama dalam pendidikan.

Gerakan Indonesia Mengajar (GIM) sejak tahun 2009 berusaha mengajak kaum muda Indonesia untuk berpartisipasi, menyumbangkan pengetahuannya, mendedikasikan waktu dan kesempatannya untuk berada jauh dari tempanya tinggal. Misinya, tidak hanya mengajar akan tetapi menggerakan masyarakat sekitar untuk turun tangan dalam pendidikan. Melalui blog pribadi mereka bercerita tentang dinamika dan tantangan yang muncul ketika mengabdi selama satu tahun penuh, serta posting di sosial media yang memungkinkan untuk mendapat respon dari siapa saja. Berawal dari sini lah masyarakat mulai terbuka untuk turut turun tangan dalam menjawab tantangan pendidikan di Indonesia secara lebih luas.

Belajar Jadi Wartawan
Sebut saja dengan gerakan Kelas Inspirasi (KI). Gerakan yang diilhami dari GIM dimana gerakan ini memberikan kesempatan bagi para profesional di bidangnya untuk memberikan waktunya dalam 1 hari untuk mengajar dan memberikan inspirasi di kelas. Tidak disangka, gerakan KI ini mendapatkan respon sangat baik dari masyarakat, buktinya adalah gerakan yang awalnya hanya tumbuh di beberapa daerah di Jawa, kini gerakan ini secara swadaya tumbuh berkembang di berbagai daerah di 50 kota di Indonesia, termasuk di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah beberapa hari silam. Belasan profesional muda dari beberbagai daerah menyempatkan dirinya mengambil cuti sehari untuk menjadi inspirator bagi murid-murid SD di Luwuk Utara.

Ternyata rantai positif itu tidak berhenti di gerakan KI saja, munculah gerakan-gerakan dari para relawan yang semakin tergerak untuk melakukan aksi yang nyata, seperti Indonesia Menyala  yang berkomitmen untuk mengembangkan minat baca anak atau bagi mereka yang mau menyebarkan ide dan metode mengajar akan mengisi ruang belajar dengan sukarela via Ruang Belajar

 Siapa yang kemudian mengambil peran dalam kejadian ini? Selain para relawan itu sendiri tentunya adalah media. Ya, dengan kemudahan akses yang hampir tanpa batas ini memang memudahkan berbagai elemen masyarakat untuk mengakses beragam informasi dari media, pun dengan media itu sendiri memiliki beragam fitur untuk mengakses fenomena yang terjadi di masyarakat untuk kemudian diangkat ke permukaan.

Kini berbicara soal pendidikan tidak lagi hanya sebatas mereka yaang menjadi tenaga pendidik namun bisa oleh siapun yang mau dan peduli terhadap pendidikan di negeri ini. Melalui jaringan internet yang hampir menembus seluruh wilayah Indonesia memungkinkan siapa saja untuk  mengajak masyarakat luas untuk peduli, turun ke lapangan dan berbagi. GIM telah membuktikannya, hampir 120.000 relawan yang tersebar dari Sabang sampai Merauke telah mengambil perannya untuk turun tangan dalam dunia pendidikan. Gerakan ini memang belum bisa menyelesaikan semua pekerjaan rumah negeri ini namun pesatnya perkembangan teknologi informasi di Indonesia diharapkan mampu dimanfaatkan dengan baik untuk mensukseskan tujuan mulia, dan kali ini kemajuan teknologi dan media telah turut membantu menyuarakan pesan bahwa “Mendidik adalah tanggung jawab kaum terdidik””. Media telah turut mengambil peran untuk pendidikan. Bagaimana dengan anda?

Sepotong Surga di Celebes Utara

Indonesia, negeri yang elok karena potensi alam juga budayanya. Karena luasnya itulah tak heran jika masih banyak orang Indonesia justru tidak mengenal “surga” kecil yang ada di negeri ini.  Rasa heran itu juga menghinggapi beberapa rekanku ketika saya mengatakan akan berlibur di Pulau Togean.  Jadi, tak berlebihan jika aku meyakini bahwa Pulau Togean adalah salah satu hidden paradise dari sekian travel spot yang tersebar di bumi Indonesia. Spot yang akan ku kunjungi terdiri dari beberapa gugusan pulau–pulau kecil, diantaranya Pulau Bomba, Pulau Kadidiri, Pulau Katupat dan masih banyak lagi. Menurut cerita yang aku dapat, semua pulau yang terlihat terasa masih begitu alami, hamparan pasir yang sangat putih serta air laut yang bergradasi, semua berkolaborasi menjadi landscape yang memanjakan mata bagi siapapun yang melihatnya.

Berbekal informasi yang kudapat dari berbagai sumber akhirnya diputuskan, minggu pertama di bulan kedelapan adalah kali pertama aku dan keempat temanku menjejakkan kaki di surga tersembunyi ini. Kami memutuskan untuk menyewa kapal nelayan dengan double mesin dibanding dengan speedboat, selain harga yang jauh lebih hemat, menurut kami traveling is not just about beautiful destination tetapi traveling adalah seni menikmati setiap menit perjalanan kami.
Perjalanan memang menjadi dua kali lipat lebih panjang dan lama. Namun, siapa sangka warna-warni pengalaman selama perjalanan justru membuat kami semakin kagum dengan bumi Indonesia ini. Di antara ombak besar yang nyaris menghantam perahu nelayan kami, kami masih sempat terpekik girang meskipun cemas mulai menyergap ketika langit biru perlahan ditelan oleh mendung gelap. Ternyata kecemasan itu belum seberapa ketika hujan mulai turun dan sesekali halilintar memekikkan telinga. Namun, tak lama berselang awan hitam mulai menyingkir, matahari kembali menujukan kegarangannya, angin kencang mulai berhembus sepoi-sepoi dan pelangi muncul di antaranya. Hingga akhirnya kami menemukan pulau pertama. Singgah sebentar untuk numpang buang air kecil, bertemu dengan penduduk pribumi pengelola cottage, senyum hangat dan tawa yang renyah adalah cara mereka menyambut kami, katanya jarang mereka menerima tamu orang Indonesia.

2 jam berlalu akhirnya kami tiba di pulau tujuan kami. Dengung keras perahu kami membuat puluhan pasang mata menengok ke arah buritan perahu yang mulai menepi. Mengira-ngira siapakah gerangan yang baru saja tiba? Perempuan bule asal Belanda mengucapkan salam, membuat kami sadar lagi-lagi kami satu satunya wisatawan lokal, semua tamu di sini adalah wisman yang berasal dari suatu tempat yang letaknya ribuan mil jauhnya dari tempat ini.
Tibalah kami pada suatu kamar yang disusun sedemikian cantik, sederhana, dengan aksesoris etnik namun terasa nuansa barat yang hangat. Sehelai hammock tergantung manja di muka kamar kami. Air bersih yang tak melimpah dan listrik yang hanya terbatas semakin meyakinkan kami bahwa kami sedang berlibur di sebuah pulau yang masih alami,  puluhan mil dari kampung terdekat.

Jangan ditanya soal pemandangan di muka kamar kami, hanya beberapa langkah saja kami bisa menghambur ke pantai tenang tak berombak. Dangkal namun dengan beberapa kali ayunan tangan kami akan sampai di hamparan terumbu karang yang masih kaya akan binatang dan tumbuhan laut.
Meski badan sudah terlalu lelah, tak ada satupun diantara kami yang melewatkan snorkling sore itu meski diam-diam matahari mulai tumbang, cahaya merah menggantung indah menyisakan pemandangan sunset yang begitu menawan.
Jam makan malam telah tiba, kami pun duduk diantara bule-bule yang juga menunggu santap malam. Tak bisa terhindarkan obrolan ringan sebagai pembunuh waktu yang menyenangkan, dari obrolan ini juga, kami tahu diantara mereka berasal dari Belanda, Prancis, Italia, Argentina, dan Australia. Kami pun menjadi tahu pemilik cottage ini ternyata juga seorang diantara bule – bule itu.

Tak mengagetkan jika sebagian besar tujuan mereka adalah untuk diving, menyelami dunia bawah air yang konon begitu kaya dan masih alami. Entah siang entah malam, pemandangan dunia air yang terbenam di laut Sulawesi Utara ini memiliki pemandangan magis yang sangat menawan hingga mereka rela menempuh waktu perjalanan hingga puluhan jam. Toh katanya pasti akan terbayar lunas. Surga di atas, surga di bawah begitu kalimat yang sering mereka sebut.
Esoknya, bersama rombongan yang hendak menuju pulau Una-una untuk diving kesekian kalinya, aku dan temanku pun tak ketinggalan. Masih dengan perahu yang kami sewa sehari lalu, kami akan menuju ke pulau Katupat dan pulau-pulau kecil di sekitarnya.
Hari itu cuaca sangat bersahabat, cahaya matahari sudah terlihat tinggi meskipun masih pukul 9 pagi. Nasi goreng dan teh hangat sudah mengisi perut dengan sempurna, membuat kami semakin siap dengan petualangan hari itu. Piranti snorkling, pakaian ganti dan sun block menjadi perlengkapan yang tak boleh terlewat. Di antara kami memang belum ada yang bersertifikat diving tapi tak menyurutkan niat kami untuk mengenal makhluk di bawah sana.

Tujuan pertama adalah Karina Beach. Pasir putih dengan air hijau toska menjadi memandangan luar biasa siang itu, membiarkan badan tergulung ombak atau sibuk melihat beragam ikan menjadi pilihan kami selama 30 menit pertama. Setelahnya kami masih menempuh perjalanan nyaris 1 jam untuk sampai di Pulau Katupat. Pulau ini cukup besar, bangunan cottage cukup banyak disana, mirip perkampungan wisman. Kebetulan saat kami tiba adalah jam makan siang, kami pun menyempatkan diri untuk melahap makan siang kami dengan sempurna di pulau yang sangat hommy tersebut.


Jelly Fish
Cukup untuk foto-foto dan menikmati angin pantai, kami pun segera melaju  ke Pulau Kadidiri. Di tengah perjalanan kami sengaja singgah di Mariona Lake, air laut yang terjebak di tengah karang, hingga binatang laut bertransformasi, termasuk ubur-ubur yang tak lagi menyengat, informasi yang kami baru dapat dari seorang resepsionis di salah satu homestay tempat kami makan siang tadi.

Benar saja, danau dengan air berwarna hijau toska, membuat kami tak berpikir dua kali untuk melompat ke sana. “Byurrrr” , sekejap kemudian badan kami sudah berpindah ke dalam danau. Benar saja, kami menemukan ubur-ubur di sana, meski agak ragu akhirnya kami menyentuh juga, ya mereka tidak menyengat. Hingga tak terasa sejam lamanya, saatnya kami harus benar-benar kembali.

Hingga beberapa hari kami menghabiskan waktu kami untuk menikmati sepotong surga di Pulau Togean ini, lompat dari pulau satu hingga pulau berikutnya. Tak cukup kata-kata untuk menjelaskan keindahan di setiap tempat yang kami singgahi, hingga  kamera pun tak sanggup meringkus pemandangan yang ada di sana dengan sempurna.
Gugusan pulau ini begitu indah dan nyata. Di antara gugusan pulau ini ada beberapa pulau yang berpenghuni meski hanya satu atau dua rumah, suku Bajo menjadi penduduk lokal yang sering kali kami temui dan sampan adalahmoda transportasi yang mereka gunakan untuk menuju pulau satu ke pulau lainnya.

Sebelum pulang, kami masih sempatkan mampir ke Pulau Gunung Api. Konon di bawah laut masih ada gunung api yang aktif. Kami masih bisa merekam jejak semburan lava yang sudah mulai dingin dan mengeras, menyerupai bebatuan di tepian pulau, dan siapa yang sangka diantara tanah berpasir itu kami masih menjumpai api abadi, ada nyala api di beberapa titik, menyembul dari rongga kecil di antara bebatuan yang kami jumpai.
Perjalanan pulang kali ini memang menyisakan kelelahan yang luar biasa, namun toh begitu kami sangat puas dibuatnya. Bersyukur kami diijinkan mengenal sepotong bumi Indonesia ini, bumi Indonesia yang sangat kaya. Saya yakin masih banyak potongan surga yang tersebar di negeriku ini, membuat siapapun kita yang terlahir dari ibu pertiwi ini harusnya merasa bangga.

Indonesia tak hanya memiliki Bali, Lombok, atau Raja Ampat saja. Indonesia memiliki lebih dari itu, dari Sabang hingga Merauke adalah bukti bahwa Nusantara negeri yang kaya, pemandangan yang menawan dan sumber daya yang melimpah. Sudah saatnya potensi pariwisata Indonesia memegang sumber pendapatan devisa terbesar negeri yang akan segera dipimpin oleh bapak Jokowi ini. Setujukah anda?