Solan, desa kecil di pesisir timur Sulawesi. Di
sini aku menghabiskan waktuku di 2014. Berangkat meninggalkan kota tempatku
besar di Jogja, yang gemerlap ketika malam tiba. Aku nyaman belajar saat malam
tiba, lampu belajar menerangiku saat ku bolak-balik bukuku, sambil sesekali aku
cek handphone-ku yang ku biarkan
tercolok dengan charger-nya. Tapi di
Solan, tidak demikian. Sebagai guru sekolah dasar, hampir setiap hari saat
waktu menunjukkan lewat pukul 6 petang, anak-anak di desa ini mulai datang ke
rumah ibu peliharaku. Ya, mereka hendak belajar bersama, mendaulatku menjadi
guru pelajaran tambahan mereka, tak hanya murid kelas V, aku sehari-hari mengajar
tapi juga murid kelas lain, bahkan ada siswa sekolah menengah pertama di
antaranya. Sayangnya, kegiatan itu kadang sirna saat listrik di desa tak
menyala, lampu petromak terkadang tak cukup mampu menerangi teras rumah yang
biasanya sesak dijejali mereka yang semangat belajarnya tak kalah dengan
teman-teman mereka di Jawa. Tak banyak yang bisa memiliki generator di sini,
kalaupun punya hanya dinyalakan ketika ada hajatan desa, maklum saja solar di
desa ini juga tak mudah juga tak murah seperti di Jawa. Aku berusaha
memahaminya walaupun kadang ku akui kesal karena belajar bersama jadi batal. PLN,
yang berkewenangan urusi listrik negara, aku percaya sudah mengupayakan yang
terbaik agar anak-anak di sini tidak kesusahan saat malam tiba, tetap bisa
belajar bersama. Dari informasi yang kubaca, aku jadi tahu kebutuhan listrik di
Indonesia memang tinggi meski kemampuan PLN belum bisa mencakup semuanya. Semoga kelak nanti meski tugasku di desa ini
akan usai awal tahun depan, listrik di desa ini terus menyala tanpa takut padam
kapan saja. Agar anak-anak di tempat ini kian semangat belajar bersama.
Analisis SWOT
Strenght
1. PLN satu-satunya pihak di Indonesia sebagai penyedia layanan listrik.
2. Cakupan jangkauan layanan PLN sudah mencakup lebih dari 50% wilayah Indonesia
3. Produk dan layanan PLN dalam kurun waktu 5 tahun terakhir menunjukkan perbaikan
4. Sebagai perusahaan milik negara, PLN mempunyai controlling power dan bargain position yang kuat.
5. Memiliki kekuatan untuk menjalin kerjasama layanan pembelian listrik dengan pihak ketiga.
Weakness
1. Di beberapa daerah, utamanya di kawasan timur Indonesia masih sering terjadi pemadaman listrik.
2. Kapasitas trafo pembangkit masih jauh dari kata cukup. Saat ini jumlahnya 5.765 unit atau mencapai kekuatan 46.103 MW. Jumlah ini masih kurang yang idealnya mencapai 120GW
3. Belum melakukan upaya penggunaan renewable resource untuk pembangkit
4. Tarif dasar listrik yang terus naik tetapi tidak diimbangi dengan pelayanan yang prima.
Opportunities
1. Pemain utama listrik di Indonesia, sebagai pemain tunggal, hendaknya tidak membuat berhenti melakukan inovasi.
2. Memiliki jaringan kuat dengan negara sahabat untuk membangun trafo pembangkit serta instalasi listrik di seluruh Indonesia.
3. Memiliki garis pantai panjang, kesempatan untuk membangun pembangkit listrik berbasis tenaga alam (arus dan atau angin) .
4. Menjalin kerjasama dengan pihak lain di Indonesia untuk membangun layana
Threat
1. Membangun citra pelayanan prima di masyarakat untuk membuat citra perusahaan menjadi lebih baik.
2. Membangun pembangkit baru untuk memenuhi kebutuhan listrik Indonesia, utamanya kawasan timur Indonesia
3. Mengupayakan penggunaan renewable resource untuk pembangkit.
4. Pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir masih banyak pertentangan.
ANALISIS AIDCA
Awareness
1. Publik sudah cukup aware dengan keberadaan dan fungsi PLN sebagai perusahaan negara penyedia listrik satu- satunya di Indonesia.
2. Listrik = kehidupan yang lebih baik
Interest
1. Beralih ke penggunaan produk listrik pintar (sistem paskabayar)
Desire
1. Mengajak masyarakat untuk hemat listrik
Commitment
1. Perbaikan layanan & produk
2. Perluasan wilayah layanan
3. Pembangunan instalasi pembangkit baru
Action
1. Pembangunan instalasi pembangkit baru untuk mencukupi kebutuhan listrik di masing – masing wilayah layanan.
2. Menjalin kerjasama dengan investor asing untuk melayani perluasan wilayah layanan di kawasan timur Indonesia.
3. Menjalin kerjasama dengan pihak ketiga untuk melayani pembelian listrik
Ide untuk PLN berdasarkan analisis di atas adalah :
1. Memperbaiki citra perusahaan negara melalui pembangunan sumber daya manusia yang terlibat di dalam PLN, sebagai salah satu cara meningkatakan kinerja serta layanan PLN sebagai perusahaan negara penyedia layanan publik.
2. Perubahan logo PLN sebagai cara untuk mengkomunikasikan program dan visi misi perusahaan yang lebih baik.
Hal ini juga dilakukan oleh perusahaan milik negara seperti Pertamina, Telkom, dan PT. KAI. Perusahaan milik negara tersebut membangun citra perusahaan yang baru lebih segar dan berusaha mendekatkan diri dengan masyarakt melalui cara perubahan logo perusahaan yang juga di dalamnya merubah citra perusahaan dari segala aspek.
Tulisan dalam blog ini dibuat dalam rangka mengikuti lomba blog "Idekku Untuk PLN 2014"
Wah blogpost "PLN Lebih Baik" ini sangat menginspirasi.
ReplyDeleteTernyata banyak sekali ya masukan dari blogger untuk membuat PLN lebih baik.
Postingan ini diikutkan lomba blog Ideku untuk PLN ya?
BTW, coba settingan kotak komentarnya diedit, supaya komentator dari blog berplatform wordpress bisa berkomentar. Thanks.
Brillie